Member Login

Ust Yusuf Mansur

Membangun Pemikiran Umat yang Islami

Minggu, 29 Oktober 2017 - 13:18:23 WIB , author : Administrator,Kategori : Kajian Dalam , Dibaca : 98

Kaum muslimin rahimakumullah,

Allah SWT berfirman:

ูˆูŽู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูู…ูุคู’ู…ูู†ู ูˆูŽู„ูŽุง ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุฉู ุฅูุฐูŽุง ู‚ูŽุถูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ุฃูŽู…ู’ุฑู‹ุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู ุงู„ู’ุฎููŠูŽุฑูŽุฉู ู…ูู†ู’ ุฃูŽู…ู’ุฑูู‡ูู…ู’ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุนู’ุตู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูŽู‡ู ููŽู‚ูŽุฏู’ ุถูŽู„ู‘ูŽ ุถูŽู„ูŽุงู„ู‹ุง ู…ูุจููŠู†ู‹ุง

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan rasul-Nya Telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya Maka sungguhlah dia Telah sesat, sesat yang nyata. (QS. Al Ahzab 36).

Al Baghawy dalam tafsirnya menerangkan bahwa sebab turunnya ayat di atas adalah peristiwa dimana Rasulullah saw meminang sepupu beliau saw. Zainab binti Jahsiy untuk dinikahkan dengan putra angkat beliau Zaid bin Haritsah. Semula Zainab rela menerima pinangan Rasulullah saw. karena menyangka bahwa beliau meminang dirinya untuk diri Rasulullah saw. sendiri. Namun tatkala dia mengetahui bahwa Rasulullah saw. meminang dirinya untuk dinikahkan dengan Zaid, Zainab berkata : Wahai Rasulullah saw., aku adalah putri bibimu, aku tidak rela deinikahkan dengannya. Abdullah bin Jahsiy saudara Zainab juga tidak setuju jika Zainab dinikahkan dengan Zaid. Maka turunlah firman Allah SWT di atas. Allah SWT berfirman: Tidak patut bagi laki-laki yang mukmin, yakni Abdullah bin Jahsy, juga tidak patut bagi perempuan yang mukmin, yakni Zainab binti Jahsy, apabila Allah dan Rasul-Nya memutuskan suatu urusan, yakni menghendaki๏ฟฝ menikahkan Zinab dengan Zaid, ada alternatif lain bagi mereka dalam urusan tersebut.๏ฟฝ

Makna yang lebih luas dari ayat di atas adalah bahwa bagi siapapun mukmin laki-laki maupun perempuan, adalah tidak patut mereka mengendaki selain apa yang dikehendaki Allah dan Rasul-Nya atau menolak apa yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Lalu Allah SWT menutup pilihan selain yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya itu dengan firman-Nya :

{ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุนู’ุตู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูŽู‡ู ููŽู‚ูŽุฏู’ ุถูŽู„ู‘ูŽ ุถูŽู„ุงู„ุง ู…ูุจููŠู†ู‹ุง }

๏ฟฝdan barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya Maka sungguhlah dia Telah sesat, sesat yang nyata๏ฟฝ

Artinya, adalah jelas-jelas salah besar kalau ada seorang mukmin baik laki-laki maupun perempuan yang berani mengambil sikap mengesampingkan hukum dan perintah Allah dan rasul-Nya lalu mengambil hukum dan perintah pihak lain. Setelah mendengar firman Allah SWT di atas maka keduanya rela dan pasrah dan Zainab dan Abdullah menyerahkan urusannya kepada Rasulullah saw. Maka Rasulullah saw menikahkan Zainab dengan Zaid dengan mahar uang emas 10 dinar (42,5 gram), 60 dirham, sebuah kerudung, sebuah baju besi, sebuah sarung, sebuah milhafah, 50 mud makanan, dan 30 sha๏ฟฝ korma.

Kaum muslimin rahimakumullah,

Sikap ridlo dengan keputusan hukum dan syariat Allah SWT ini adalah harus menjadi sikap dasar setiap muslim dan muslimah dalam menghadapi perkara apapun dalam hidup ini. Untuk itu, perlu๏ฟฝ dibangun kemampuan berfikir Islami atau memiliki pemikiran Islami dalam diri tiap-tiap muslim dan muslimah. Apakah pemikiran Islami itu?

Kaum muslimin rahimakumullah,

Ustadz Muhammad Husain Abdullah dalam kitab Dirasat fil Fikri Al Islami (Studi Pemikiran Islami), mendefinisikan pemikiran Islami (al Fikr al Islami) sebagai : al hukmu alal waaqi๏ฟฝ min wijhati nazhari Islam, yang artinya upaya menilai fakta apapun yang dihadapi dengan sudut pandang Islam, yakni dengan dalil-dalil syar๏ฟฝi seperti Al Quran dan As Sunnah yang menunjukkan bahwa fakta itu dilihat menurut sudut pandang Islam.๏ฟฝ

Fakta yang dihadapi bisa berupa benda (al asya) maupun perbuatan (al af๏ฟฝal). Penilaian hukum atas benda dalam pemikiran Islam ada dua macam, yaitu halal atau haram. Dalam hal ini penilaian didasarkan kepada kaidah syara๏ฟฝ: ๏ฟฝAl Ashlu fil asya al ibaahah maa lam yarid daliilut tahriim๏ฟฝ, yang artinya hukum asal dari benda-benda itu adalah mubah untuk digunakan selama tidak ada dalil yang mengharamkannya. Misalnya, air atau minuman-minuman yang lain yang bukan minuman keras (khamer) adalah benda yang halal. Adapun minuman keras (khamer) diharamkan berdasarkan firman Allah :

ูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุงู„ู’ุฎูŽู…ู’ุฑู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽูŠู’ุณูุฑู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽู†ู’ุตูŽุงุจู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฒู’ู„ูŽุงู…ู ุฑูุฌู’ุณูŒ ู…ูู†ู’ ุนูŽู…ูŽู„ู ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ููŽุงุฌู’ุชูŽู†ูุจููˆู‡ู ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชููู’ู„ูุญููˆู†ูŽ (90) ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ูŠูุฑููŠุฏู ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ุฃูŽู†ู’ ูŠููˆู‚ูุนูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽูƒูู…ู ุงู„ู’ุนูŽุฏูŽุงูˆูŽุฉูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุจูŽุบู’ุถูŽุงุกูŽ ูููŠ ุงู„ู’ุฎูŽู…ู’ุฑู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽูŠู’ุณูุฑู ูˆูŽูŠูŽุตูุฏู‘ูŽูƒูู…ู’ ุนูŽู†ู’ ุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุนูŽู†ู ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉู ููŽู‡ูŽู„ู’ ุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ู…ูู†ู’ุชูŽู‡ููˆู†ูŽ (91)

Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; Maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu). (QS. Al Maidah 90-91)

Kaum muslimin rahimakumullah,

Dengan pemikiran Islami setiap muslim dan muslimah dapat menilai bahwa daging sapi impor dari Australia maupun yang disembelih di RPH yang disembelih dengan cara ditembak kepalanya dengan peluru bius lebih dahulu (stunning) adalah daging yang haram karena bisa jadi telah mati sebelum disembelih dan adanya darah yang sebagian besar tidak keluar dari tubuh sapi akibat pembiusan. Dalilnya adalah firman Allah SWT:

ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุญูŽุฑู‘ูŽู…ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู ุงู„ู’ู…ูŽูŠู’ุชูŽุฉูŽ ูˆูŽุงู„ุฏู‘ูŽู…ูŽ ูˆูŽู„ูŽุญู’ู…ูŽ ุงู„ู’ุฎูู†ู’ุฒููŠุฑู ูˆูŽู…ูŽุง ุฃูู‡ูู„ู‘ูŽ ุจูู‡ู ู„ูุบูŽูŠู’ุฑู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ููŽู…ูŽู†ู ุงุถู’ุทูุฑู‘ูŽ ุบูŽูŠู’ุฑูŽ ุจูŽุงุบู ูˆูŽู„ูŽุง ุนูŽุงุฏู ููŽู„ูŽุง ุฅูุซู’ู…ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุบูŽูููˆุฑูŒ ุฑูŽุญููŠู…ูŒ

Sesungguhnya Allah Hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Baqarah 173).

Kaum muslimin rahimakumullah,

Adapun fakta perbuatan, berlaku padanya kaidah: ๏ฟฝAl Ashlu fil af๏ฟฝal at taqayyud biahkamis syar๏ฟฝi๏ฟฝ yang artinya hukum asal perbuatan itu terikat dengan hukum syara๏ฟฝ. Sehingga setiap perbuatan ada dalil syar๏ฟฝinya, apakah dia wajib, sunnah, mubah, makruh, maupun haram. Misalnya, shaum Ramadhan wajib berdasarkan QS. Al Baqarah 183, wajibnya mentaati, Allah, Rasul-Nya, dan Ulil Amri (QS. An Nisa 59), wajibnya ulil amri melaksanakan syariat (QS. Al Maidah 49), shalat tahajjud sunnah (QS. Al Isra 79), bolehnya jual beli dan haramnya riba (QS. Al Baqarah 275), makruh bicara di dalam kamar mandi berdasarkan hadits bahwa Nabi melarang orang menyampaikan salam kepada beliau yang sedang di kamar mandi (Kitab Syu๏ฟฝabul Iman Juz 4/201).

Kaum muslimin rahimakumullah,


Dengan pemikiran Islami tentang berbagai perbuatan yang harus merujuk kepada dalil syar๏ฟฝi, setiap muslim dapat menilai bahwa kasus empat preman yang diserbu kopassus memang seharusnya dihukum qishash, yakni dibalas bunuh karena telah membunuh seorang anggota kopassus bernama Heru Santosa. Kecuali jika, keluarga Heru Santosa memaafkan mereka dan menerima diyat, sebagai ganti rugi berupa 100 ekor onta atau uang emas 1000 dinar (4.25 kg emas) atau uang sekitar 2,5 milyar rupiah. Dasarnya adalah QS. Al Baqarah 178. Sayang karena di NKRI ini hukum syariat Allah Yang Maha Kuasa belum diterapkan, malah diterapkan KUHP warisan penjajah Belanda, mereka yang menuntut balas kematian saudaranya dianggap melanggar hukum.๏ฟฝ๏ฟฝ

Kaum muslimin rahimakumullah,

Sudah saatnya umat Islam yang menjadi penduduk mayoritas di Indonesia memandang bahwa hukum syariat Allah Yang Maha Kuasa sudah saatnya di terapkan di NKRI agar NKRI menjadi negara yang penuh berkah. Allah SWT berfirman:

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, Pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu, Maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS. Al A๏ฟฝraf 96). Baarakallahu lii walakum...



Komentar

© 2016 Rumil Al Hilya